Telah banyak yang kulalui, pahit manis hidup semua telah Allah SWT gariskan
untukku. Bersyukur dan bersabar adalah upaya yang terus menerus kulakukan. Bulan ini benar-benar ujian yang luar biasa, belum satupun puasa yang
kuamalkan karena suatu keadaaan yang tidak bisa kutolak dari takdirku sebagai
perempuan. Kehilangan anak yang Allah titipkan di Rahimku, lalu Dia mengambilnya
kembali. Allah sayang padaku, Dia memberikan lebih banyak waktu untuk belajar
untuk ikhlas, bahwa sabar bukan hanya menahan lapar, tetapi menahan hasrat
beribadah yang didalamnya masih tersisa dendam, belum bisa membuka matahati
untuk memaafkan, belum ikhlas. Dia memaksaku untuk berpikir, apalah arti sebuah
puasa yang didalamnya kosong, penuh nafsuh amarah, tubuh yang berat untuk
beribadah atau malah hanya ritual yang hampa tanpa jiwa, atau ibadah yang hanya
mementingka ego, meraup pahala dan melupakan hak orang lain. Allah, Engkau Maha
Bijaksana berilah setitik kebijaksanaanmu.
Ramadhan tahun ini, anak-anak belajar berpuasa...
Sebagai seorang mama (saya lebih senang menulis mama sebagai bahasa khas
kami ditimur Indonesia) memilki dua anak lelaki adalah medan belajar yang
luarbiasa luasnya. Bersyukurlah bagi para mama yang memiliki lebih banyak anak
karena ruang belajarnya lebih besar terutama dalam meraih pahala. Tetapi
janganlah senang dulu dengan titipan keturunan yang banyak, sebab ada syurga
dan neraka didalamnya yang menjadi muara pertanggungjawaban kelak. Menjadi
mama, setidaknya saya belajar bahwa memberi teladan kepada anak tidak
sesederhana yang sering dimaknai kebanyakan orang. Sederhana dalam teladan,
perhatian dan kasih sayang itu terlalu murah, sebab seharusnya anak-anak
mendapatkan yang luar biasa dalam teladan, perhatian dan kasih sayang. Mereka
adalah rizki terbesar, bayangkan ketika hal yang luarbiasa kita lakukan bagi
mereka dengan ketekunan dan keikhlasan. Insya Allah ada pahala besar yang Allah
sediakan tidak hanya didunia tetapi dikehidupan yang sebenarnya di
akhirat.

Ajak anak-anak kita ke majelis ilmu. Ada banyak hikmah yang akan ia dapatkan,
jangan remehkan kehadiran mereka dimajelis ilmu walau mereka belum mengerti
benar, tetapi percayalah bahwa ini akan menjadi memori yang kelak akan bangkit
dan membawa mereka untuk kembali mencari majelis ilmu ketika kerasnya kehidupan
karena yang hak dan yang bathil terlalu sulit dibedakan. Majelis ilmu yang akan
menghujamkan keyakinan pada hati mereka untuk memilih jalan yang hak.
Bagi yang belum memiliki anak, tentu tantangannya juga berat, dan belum
tentu mampu dilewati mereka yang punya anak. maka bersabar dan bersyukurlah
calon mama/bapa. semua Allah sudah atur. Ada banyak cara, kita melewati itu
bersama pasangan kita. melewatinya bersama-sama adalah sebuah hal yang layak
dipertahankan dan disyukuri, sehingga Allah melihat kesungguhan itu dan Dia
akan memberikan jawaban atas doa-doa kita yang meminta keturunan, kalaupun
Allah tidak memberinya di dunia, kelak ada hadiah terindah yang Allah
siapkan.
12 Ramadhan 1437 H